AmestutiBudaya Leluhur, Angesthi Kediri Misuwur menjadi tema dalam penyelenggaraan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2018, diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, dipusatkan di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), berlangsung mulai tanggal 8 hingga 14 Juli 2018. (Foto: A Rudy Hertanto) Selain menyuguhkan berbagai pergelaran
Dilanjutdengan Pemilihan Putra Putri Batik pada tanggal 12 Juli, dan Pemilihan Duta Wisata Inu Kirana tanggal 13 Juli. "Puncak Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri akan diramaikan dengan persempahan Tari Kolosal 1.000 Barong. Bagi penggemar wisata seni budaya, ini waktu yang tepat untuk berkunjung.
PekanBudaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2016 yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini telah resmi dibuka. Rangkaian kegiatan yang dihelat diawali dengan Parade Budaya dan Mobil Hias, Pameran Pariwisata Budaya, Bazaar UMKM, Pagelaran Kesenian, Pentas Kreatifitas Siswa dan diakhiri Tari Seribu Barong Nusantara Indonesia.
PekanBudaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 kembali digelar. Agenda rutin tahunan Pemerintah Kabupaten Kediri merupakan promosi budaya dan pariwisata dengan mengangkat tema besar dari cerita panji. Event tahunan yang bertajuk Panji Balik Kampung, Nyawijining Hanyengkuyung Kadiri Hanggayuh Mukti, merupakan inspirasi Kreasi Berbagai
Jadipekan ini saya berkujung pada acara pekan budaya dan pariwisata Kabupaten Kediri 2018. Hari Minggu, 08 Juni 2018 terdapat parade budaya dan mobil hias dari berbagai instansi dan sekolah yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Mobil hias dimulai pada jam 13.00 dan start dari Pemerintahan Kabupaten dan finish di Simpang Lima Gumul.
DinasKesehatan Kabupaten Kediri, 11 Juli 2018. Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2018 yang rutin dilaksanakan setiap tahun telah resmi dibuka. Rangkaian kegiatan yang dihelat diawali sejak Rabu, 4 Juli 2018 yakni Ruwatan Panji yang diadakan di Candi Tegowangi yang terletak di Dusun Candirejo, Desa Tegowangi, Plemahan, Kab. Kediri.
PekanBudaya dan Pariwisata Kab. Kediri Tahun 2018 Mulai 8 Juli s/d 14 Juli 2018 di Simpang Lima Gumul Kediri
92q0. Budaya dan Pariwisata Kediri 2019. ©2019 - Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri segera digelar. Ada banyak keseruan yang ditampilkan pada kegiatan ini. Beragam seni dan budaya bakal disajikan dengan kreatif, mulai tanggal 7 hingga 13 Juli mendatang. Penasaran? Bagi Anda yang sudah menyiapkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut, ada baiknya memahami rundown acaranya. Ini dapat memudahkan Anda untuk menyimak sajian demi sajian, sekaligus mengetahui secara detail dimana acara berlangsung. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Suwignyo mengatakan, event ini dibuka dengan Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias di depan Kantor Pemkab Kediri, Kawasan Simpang 5 Gumul, tanggal 7 Juli. Peserta akan melakukan long march hingga tiba di titi finish yaitu di depan Kantor Bank Daerah SLG. "Sebelum Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias, masyarakat sudah bisa mengunjungi stand-stand Pameran Pariwisata, Budaya dan UMKM yang dipusatkan di Kawasan SLG. Untuk pameran ini akan berlangsung sepanjang kegiatan, sampai event ditutup," ujarnya, Sabtu 6/7. ©2019 Masih di lokasi dan waktu yang sama, digelar pula Pagelaran Kesenian dan Pentas Kreatifitas, serta Kediri Street Food Festival. Dengan sajian tersebut, dipastikan event ini akan menyedot banyak wisatawan. Para foodies pun bisa menikmati berbagai makanan enak di satu tempat, tanpa susah payah mencari di luar kawasan. "Tanggal 10 ada Pagelaran Panji Rwa Bhineda Nunggal Rasa’ yang berlangsung di Candi Tegowangi, Keamatan Plemahan. Acara dimulai sejak pagi, dan dipastikan sangat menarik," ungkapnya. Hari berikutnya, 11 Juli, digelar Seminar Budaya Panji Nusantara. Acara berlangsung di Ruang Kilisuci, Pemkab Kediri. Dilanjut dengan Pemilihan Putra Putri Batik pada tanggal 12 Juli, dan Pemilihan Duta Wisata Inu Kirana tanggal 13 Juli. "Puncak Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri akan diramaikan dengan persembahan Tari Kolosal Barong. Bagi penggemar wisata seni budaya, ini waktu yang tepat untuk berkunjung. Anda bisa merasakan langsung keseruannya di lokasi," tandasnya. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, konsep kegiatan dikemas sangat komplit. Ada banyak daya tarik yang ditampilkan. Nuansa tradisional dan modern disandingkan sehingga saling menguatkan. "Dengan treatment seperti ini, beragam tradisi dan budaya akan lestari. Empati besar akan diberikan para millenial karena mereka juga diberikan space berkreasi," ujarnya, diamini Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung. Menurut Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa Kemenpar, Wawan Gunawan, Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri dijamin menarik. Kontennya sangat beragam dan disajikan secara padat. "Pengunjung tidak akan bosan menikmati sajian demi sajian, karena ada kreatifitas yang bisa disimak," ungkapnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, budaya menjadi salah satu potensi yang bisa dimaksimalkan untuk mendatangkan wisatawan. Sebab, 60% wisatawan mancanegara datang ke Indonesia karena budaya. Selebihnya karena alam 35%, dan faktor buatan 5%. "Budaya harus terus dilestarikan. Iya yakin, semakin budaya dilestarikan, maka akan makin mensejahterakan. Karenanya, para penggiat kebudayaan harus mampu menghasilkan daya kreasi yang bernilai komersil tinggi," jelasnya. [hhw]Baca jugaACF 2019 Saatnya Berburu Kuliner Warisan Leluhur AcehSemangat Indonesia Incorporated Diusung dalam Pacific ExpositionPoltekpar Medan-Universitas Darma Agung Medan Kerja Sama Program MagisterMau Cari Foto Studio yang Unik, Datang Saja ke Pasar KaretanHal Ini yang akan Disampaikan Menpar di Tourism Forum Pacific Exposition
Kabupaten Kediri siap menggaet lebih banyak wisatawan di tahun ini. Berbagai amunisi disiapkan. Salah satunya lewat Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019. Event ini terdiri dari Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias. Ada juga galeri pameran potensi Kediri hingga pagelaran seni dan kreativitas. Selain lokal, ada juga peserta dari 6 daerah di Indonesia. Pekan Budaya dan Pariwisata akan digelar 7-13 Juli 2019. “Pergerakan wisatawan harus dioptimalkan. Apalagi, momentumnya masih libur sekolah. Untuk itu, kami gulirkan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019. Nantinya akan ada banyak aktivitas pariwisata di sini,” ungkap Kadis Pariwisata Kabupaten Kediri, Suwignyo, Sabtu 1/6. Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 adalah perhelatan ke-15. Konsep diusungnya Panji Balik Kampung’. Hal ini sebagai media terus menggaungkan cerita Panji yang sebelumnya dipilih Unesco sebagai Memory of the World MoW. Untuk temanya selaras Nyawiji Hayengkuyung Kadiri, Hanggayung Mukti’. Artinya, menyatukan hati, jiwa, cipta, rasa, dan karsa sebagai elemen penggapai cita-cita. “Semua aktivitas akan dikemas menarik. Konten eventnya sangat lengkap. Ada beragam potensi besar yang dimiliki akan ditampilkan. Untuk itu, silahkan datang ke Kediri. Mari nikmati beragam kemeriahan pesta budayanya. Bagaimanapun, kediri adalah destinsi wisata yang luar biasa,” terang Suwignyo lagi. Rangkaian kegiatan ini akan diawali Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias. Kemeriahan ini bisa dinikmati pada Minggu 7/7 pukul WIB. Startnya dimulai dari Halaman Kantor Pemkab Kediri. Lokasi finishnya berada di Kawasan Simpang Lima Gumul. Akan dimeriahkan juga Marching Band dari Akademi Perkeretaapian Indonesia API Madiun. “Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri adalah event yang sangat menarik. Kontennya sangat beragam dan disajikan secara padat. Kami merekomendasikan pekan budaya ini menjadi destinasi yang ideal untuk mengisi waktu libur,” jelas Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung. Ikut digelar juga Pameran Kepariwisataan, Kebudayaan, dan UMKM. Pesertanya ada 6 elemen, seperti instansi pemerintah. Ada juga BUMN, BUMD, dan Perusahaan Swasta. Bergabung juga Industri dan Jasa Pariwisata hotel, restoran, TA/TO, daya tarik wisata, wahana rekreasi. Komposisi lengkap dihadirkan juga UMKM, Lembaga Keuangan/Perbankan, hingga Asosiasi Pariwisata, Seniman, juga Budayawan. Pameran Kepariwisataan, Kebudayaan, dan UMKM akan menampilkaa sedikitnya 228 stand. Nantinya pameran terbagi dalam 6 zona. Ada Desa Wisata dan Industri Kreatif Kepariwisataan. Zona ini menampilkan 20 stand yang berisi seluruh pelaku industri pariwisata Kediri. Zona lain, Pembangunan dan Investasi Kepariwisataan yang ditopang 48 stand. Pengisinya instansi pemerintah juga perbankan. Akan dibangun juga zona Kampung Panji dan Rumah Peradaban. Diberi space 1 blok 12x18 meter, zona ini berisi seluruh hasil karya seni kriya hingga fotografi. Ada juga zona Usaha Mikro dan Perdagangan dengan 60 standnya. Area lainnya berupa Swasta dan Permainan Anak dengan 100 stand, lalu Kediri Street Food Festival menjadi zona ke-6 pameran. “Semuanya sudah tertata dengan baik. Hal ini tentunya akan memudahkan wisatawan dalam mencari konten atau kerajinan tangan yang diinginkan. Kami optimistis, event ini akan dibanjiri oleh wisatawan. Dengan melibatkan seluruh stakeholder, pariwisata di Kediri akan semakin solid,” kata Adella lagi. Daya tarik event memang dikuatkan dengan Pagelaran Kesenian dan Pentas Kreativitas. Ada 8 aktivitas budaya yang akan ditampilkan. Pagelaran Kesenian menyajikan Drama Tari Panji Asmarantaka, Ludruk, Ketoprak, Jaranan, dan Lomba Menyanyi Campur Sari. Pentas Kreativitas ada Festival Band, Storytelling Cerita Panji, Paduan Suara Pelajar, dan Pemilihan Putra Putri Batik 2019. “Ada banyak warna budaya yang ditampilkan. Nuansa tradisional dan modern disandingkan sehingga saling menguatkan. Dengan treatment seperti ini, beragam tradisi dan budaya akan lestari. Sikap empati besar akan diberikan para milenial karena mereka juga diberikan space lebar berkreasi,” papar Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kemenpar Wawan Gunawan. Menyelaraskan tema, Ruwatan Panji dilakukan Selasa 9/7 pukul WIB. Lokasinya berada di Candi Tegowangi, Plemahan, Kediri. Lalu, Kediri Street Food Festival ditampilkan 7-13 Juli mulai pukul WIB. Lokasi di Parea Pameran Pekan Budaya dan Pariwisata. Berbagai space, ada Tampilan Duta Panji 6 daerah, yaitu Yogyakarta, Bali, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Mengeksplorasi Panji, seminar Panji Nusantara digelar Kamis 11/7 pukul WIB. Lokasinya berada di Convention Hall Kawasan Simpang Lima Gumul Kediri. Lalu, Panggung Budaya Panji dibuka 7-13 Juli 2019 di Stage 3 area pameran budaya. Rangkaian event pun ditutup Tari Kolosal Barong Sewu, Sabtu 13/7. Lokasinya di Kawasan Simpang Lima Gumul. “Kediri menjadi destinasi wisata yang istimewa. Melalui cerita Panji, mereka bisa mengeksplorasi semua potensinya hingga menjadi komoditi wisata menarik. Kemasannya bagus. Bagi wisatawan, segera atur perjalanan menuju Kediri. Lalu, temukanlah beragam experience budaya terbaik di sana,” tutup Menteri Pariwisata Menpar Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik Asia Pasifik. *
Kediri - Tari kolosal dengan penari barong sukses menyedot antusias warga Kediri. Acara ini menutup rangkaian pekan budaya Kabupaten Kediri. Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri berlangsung 7 warga memadati area monumen Simpang Lima Gumul Kediri, Minggu 14/7/2019. Acara ini pun semakin meriah karena melibatkan kurang lebih penari barong yang tersebar luas dari penjuru daerah. Beberapa daerah yang ikut tampil di antaranya Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Lampung, Ponorogo hingga Madiun. "Pagelaran tari kolosal seribu barong ini dalam rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri. Yang hadir ada seluruh pulau kecuali Papua. Ada perwakilan dari Medan, Bontang, Jawa hampir seluruhnya," kata Wakil Bupati Kediri Masykuri di sela acara di area SLG Kabupaten barong dan pejabat di Kediri/ Foto Andhika DwiPihaknya sangat senang dengan acara ini, terlebih lagi banyak daerah lain yang ikut serta. Dengan kehadiran delegasi dari daerah lain salah satu penyemangat, memberikan motivasi bagi Kabupaten Kediri sebagai Bumi Panji."Ini dalam rangka 'nguri-uguri' melestarikan. Kediri sebagai pusat cerita Panji, di mana cerita Panji sudah menjadi 'memory of the world' diakui dunia. Unesco menetapkan cerita Panji menjadi warisan budaya," kata menjelaskan tari barong merupakan salah satu sempalan dari cerita Panji. Dan diharapkan mampu mempromosikan potensi lokal kediri sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Simak Video "Puas Makan Nasi Goreng Kikil Porsi Jumbo" [GambasVideo 20detik] fat/fat
 Lifestyle Travel Sabtu, 10 Juni 2023 - 0853 WIB JAKARTA – Upaya mendorong roda ekonomi dan menjaga kelestarian alam tidak bisa dilakukan dengan praktek bisnis konvensional. Akselerasi pertumbuhan ekonomi setelah perlambatan akibat Covid-19 dan bencana alam di Kabupaten Sigi, dan Provinsi Sulawesi Tengah membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai Kabupaten Sigi sadar betul bahwa untuk dapat mencapai semua target ini, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendirian. Maka, Festival Lestari 5 diselenggarakan sebagai upaya kolaborasi multipihak dalam rangka membangun pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sigi dan Provinsi Sulawesi Tengah. Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta mengatakan, “Festival ini sebagai sebuah perayaan bersama untuk mengenal lebih dalam potensi alam, budaya dan masyarakat Sulawesi mencerminkan harapan bagi Kabupaten Sigi dan kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Tengah Tengah sekaligus ajang tukar belajar inovasi pembangunan dan bisnis berbasis alam antara kabupaten anggota LTKL dan para jejaring mitra yang sejalan dengan prinsip pembangunan hijau,’ kata Irwan dalam Konferensi Pers bersama media massa di Jakarta, beberapa waktu lalu. Konferensi Irwan menambahkan, dengan memperkenalkan kekayaan potensi alam, dan budaya ini, Festival Lestari dapat membuka peluang terciptanya investasi lestari yang mengedepankan aspek perlindungan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga, roda ekonomi dapat berputar dan memastikan alam tetap Lestari adalah agenda tahunan yang digelar oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari LTKL, kaukus pembangunan lestari di bawah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia APKASI. Kabupaten Sigi dan Provinsi Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan ini dan mengusung tema Tumbuh Lebih Baik’, agar dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan ini. Festival dapat menjadi salah satu strategi yang efektif sekaligus nyawa yang dapat menghidupkan ekosistem pariwisata, ekonomi kreatif dan industri kecil menengah di Kabupaten Sigi. Lewat festival ini, kolaborasi multipihak tercipta dan memperkenalkan kearifan lokal, budaya, potensi alam, hingga komoditas lokal yang dapat menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Halaman Selanjutnya Festival Lestari menjadi momentum yang tepat untuk saling berbagi pengalaman, pembelajaran, dan praktik terbaik dalam implementasi pembangunan lestari. Kolaborasi dan pertukaran pengetahuan ini juga dapat mempercepat pembangunan berkelanjutan di tingkat kabupaten dengan terciptanya simbiosis mutualisme antara pemerintah dan masyarakat, saling menghidupkan perekonomian masyarakat.
Pekan Budaya Salah satu atraksi tahunan yang digelar dalam Pekan Budaya adalah gelar kesenian asli kediri, berupa kesenian jaranan yang tergabung dalam organisasi PASJAR Kabupaten Kediri.
pekan budaya dan pariwisata kabupaten kediri